Krisis PD

Hi, guys... good evening! aku mau cerita nih, boleh ya. Ehem-ehem, di antara kalian ada nggak yang suka demam panggung atau kurang PD kalo di depan orang banyak? atau malu berat kalo ketemu orang baru? Kalo ada, berarti kita sama ya! Haha, tos dulu dong! Telapak tangan ama kaki dingin, badan keluar2 keringat gitu, waduh udah kayak orang demam deh. Saya suka heran, gimana ya artis apalagi penyanyi bisa PD berat nyanyi di depan ratusan bahkan sampai jutaan orang dengan sumringahnya. Mungkin kebanyakan artis pasti bilang begini "ya, penonton yang semangat itu yang bikin energi PD kita nambah" . Tapi tetep aja bagi saya jawaban itu kurang memuaskan. Waktu SMP saya pernah ikutan OSIS pas kelas 8. As you know, I was forced to join that. The story was, waktu itu pagi-pagi pada saat jam biologi mulai, tiba2 guru biologi saya, Pak Suwadji nyuruh saya dan sahabat saya Romiana keluar ke depan halaman kelas. Di situ juga ada senior2 OSIS saya dan teman-teman kelas 8 dari kelas yang berbeda (ya, saya sangat mengenal mereka semua). Dalam hati saya bertanya, "ini kenapa ya aku disuruh ke sini?" . Lalu, Pak Wadji keluar dari kelas saya dan nyuruh kita buat baris. Buset, ni hati tambah deg-deg ser aja waktu itu. Disuruh ngapain yah gue? pertanyaan itu selalu muter-muter di otak saya. Sampai pada akhirnya, Pak Wadji mengucapkan satu kalimat yang ampuh membunuh pikiran-pikiran jernih di diri saya. Ya, kalimat itu adalah "Jadi, disini kalian akan mulai pelatihan sebagai CALON KETUA OSIS periode 2008/2009". Mampusssss... kaki langsung lemes lunglai, mulut sampai terkunci nggak tahu kenapa. Astaghfirullahaladzim... siapa sih yang nyalonin gueeeee???? sampai sekarang dan detik ini pun (sekarang saya udah kelas 10 SMK) saya nggak tahu siapa dalang di balik semua itu. Ya ampun. Setelah 'pengumuman' tentang hal calon ketua OSIS yang baru itu, saya dan 5 orang kandidat lainnya digiring ke samping masjid di SMP saya buat latihan baris berbaris atau gampangnya LKBB. Isss... rasanya saat itu mulut udah nggak tahan mau ngomong "Kak, saya nggak mau ikut latihan", "kak, saya nggak mau ikutan", "kak, saya nggak mau...." . Arrrggghhh, lagi-lagi mulut gak bisa ngoceh waktu itu. Lebih jengkelnya lagi, waktu latihan tersebut amat sangat menyita waktu belajar saya. Waktu makin siang, 3 kandidat lainnya memilih kabur dari latihan dengan alasan "kak, ada ulangan..." , "kak, mau ke toilet". Padahal tuh, bisa-bisanya mereka doang. Yaelah... jadi ya, sisa 3 orang juga pada akhirnya yaitu saya, sahabat saya Romiana dan satu teman saya Alvin. Nggak tanggung-tanggung, kita dijemur habis-habisan di tengah lapangan dan menghadap matahari di siang bolong (yes, saya nggak bohong). Pulang-pulang dari latihan, wajah saya merah merona bak udang rebus segar. Oh My... setelah 2 minggu menjalani proses latihan, akhirnya pemilihan calon ketua OSIS pun dimulai. Calon pengurus OSIS udah saya komporin buat milih sahabat saya, si Romiana. Dan keputusan pun telah terambil, akhirnya sahabat saya yang menjadi ketua OSIS yang baru. Haha, senangnyah... lega deh. Tapi, tetep aja saya BT, gimana nggak? oke sih, nggak jadi ketua OSIS dan saya pun sangat bahagia karena itu, tapi saya malah didaulat jadi sekretaris OSIS. Alamak... mulai dari hari itulah, saya selalu mengalami krisis PD setiap saat selama setahun. Disuruh2 guru, disapa anak2 satu sekolahan. Ah gilaaa... rasanya mau tutupan bantal aja waktu itu. Mungkin, temen-temen SMP saya yang lain dulu pada waktu itu nggak ngeliat betapa malunya saya... Ah tidak. Mungkin itu yang mau saya ceritain malam ini, salah satu kisah memalukan 3 tahun yang lalu. Bye, all! :)

Comments

Popular posts from this blog

What do we write?

Happiness Booster